KENDARI, NULISPRENEUR.COM – Siapa yang tak kenal dengan merek Wardah? Produk kecantikan dengan label halal ini kini mendominasi pasar kosmetik Indonesia, bahkan mulai dikenal di mancanegara.
Namun, di balik kesuksesan besar itu, ada kisah inspiratif dari sang pendiri, Nurhayati Subakat, yang memulai bisnisnya dari rumah pada tahun 1995. Seorang apoteker lulusan ITB ini berani meninggalkan pekerjaan mapannya sebagai Quality Control di sebuah perusahaan kosmetik untuk membangun merek sendiri.
Dengan visi menghadirkan kosmetik halal, ia memulai pemasaran dari pintu ke pintu, bahkan mendatangi pesantren untuk mengenalkan produknya.
Siapa sangka, langkah kecil itu berbuah manis dan menjadikan PT Paragon Technology and Innovation—induk perusahaan Wardah—sebagai salah satu raksasa kosmetik di Indonesia.
Artikel ini akan membahas tips bisnis ala Nurhayati Subakat yang bisa jadi bekal #SobatPreneur dalam mengembangkan usaha.
1. Temukan Peluang Pasar yang Belum Tersentuh
Salah satu kunci sukses Nurhayati adalah kejelian melihat peluang. Pada tahun 1995, pasar kosmetik halal di Indonesia masih jarang dilirik. Padahal, Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Ia melihat kebutuhan besar di sana dan menjadikannya diferensiasi utama Wardah.
Pelajaran penting untuk #SobatPreneur:
- Selalu lakukan riset pasar sebelum memulai bisnis. Cari celah yang belum banyak kompetitor geluti.
- Perhatikan tren sosial dan budaya, misalnya kesadaran akan produk halal, ramah lingkungan, atau kesehatan.
- Jangan takut memulai dari pasar niche (kecil) karena bisa menjadi fondasi besar di kemudian hari.
2. Mulai dari Sumber Daya yang Ada
Nurhayati tidak langsung membangun pabrik besar ketika memulai Wardah. Ia memanfaatkan rumahnya sebagai tempat produksi sederhana. Dengan modal terbatas, ia tetap memproduksi dengan kualitas terbaik yang bisa ia hasilkan.
Hal yang bisa #SobatPreneur tiru:
- Jangan tunggu modal besar, mulai saja dari apa yang ada.
- Gunakan ruang yang tersedia untuk memproduksi atau mengelola bisnis.
- Prioritaskan investasi pada hal yang paling penting, misalnya bahan baku atau kualitas produk.
BACA JUGA: Pertama di Sultra, Muslimah Fest Kendari Bakal Jadi Ruang Pulang untuk Hati yang Rindu
3. Bangun Kualitas Produk yang Konsisten
Sejak awal, Nurhayati menanamkan prinsip bahwa kualitas adalah nomor satu. Ia ingin Wardah dikenal sebagai produk aman, halal, dan berkualitas. Konsistensi inilah yang membuat pelanggan semakin percaya dan setia pada merek Wardah.
Tips untuk #SobatPreneur:
- Jangan kompromi pada kualitas produk/jasa.
- Lakukan uji coba dan perbaikan sebelum meluncurkan produk ke pasar.
- Mintalah feedback pelanggan untuk terus meningkatkan mutu.
4. Dekat dengan Konsumen melalui Pemasaran Langsung
Wardah pertama kali dikenal melalui pemasaran door to door dan ke pesantren-pesantren. Pendekatan ini membuat Nurhayati lebih dekat dengan konsumen, sekaligus mengerti apa yang mereka butuhkan.
Cara yang bisa dilakukan:
- Lakukan pemasaran langsung agar bisa mendengar keluhan dan harapan konsumen.
- Bangun komunitas pelanggan yang loyal.
- Gunakan media sosial untuk interaksi intensif dengan konsumen masa kini.
5. Rekrut Tim yang Satu Visi
Dalam membangun bisnis, Nurhayati percaya bahwa SDM adalah aset terbesar. Ia membentuk tim yang memiliki nilai dan visi yang sama: menghadirkan produk halal dan bermanfaat.
Tips membangun tim ala Wardah:
- Cari orang yang sevisi dengan bisnis Anda, bukan sekadar pintar.
- Investasikan waktu untuk melatih dan mengembangkan karyawan.
- Berikan motivasi dan penghargaan atas kinerja mereka.
6. Berani Berinovasi dan Diversifikasi Produk
Setelah Wardah sukses, Nurhayati tidak berhenti di situ. Ia meluncurkan merek lain seperti Make Over (premium) dan Emina (remaja) untuk menjangkau pasar yang berbeda.
Langkah yang bisa #SobatPreneur ambil:
- Jangan puas dengan satu produk. Cari inovasi baru sesuai perkembangan tren.
- Diversifikasi produk bisa membuat bisnis lebih kuat dan tahan krisis.
- Gunakan data penjualan untuk menentukan produk atau segmen pasar yang perlu dikembangkan.
7. Bangun Branding yang Kuat dan Otentik
Wardah dikenal dengan identitas kosmetik halal yang elegan dan modern. Branding ini konsisten dari kemasan, iklan, hingga kampanye sosial mereka.
Hal yang bisa ditiru:
- Tentukan nilai utama merek yang membedakan dari kompetitor.
- Buat desain kemasan, logo, dan pesan yang selaras dengan nilai tersebut.
- Gunakan cerita (storytelling) untuk membangun kedekatan emosional dengan pelanggan.
8. Berani Mengambil Risiko dengan Perhitungan
Meninggalkan pekerjaan mapan bukan keputusan mudah. Namun, Nurhayati berani mengambil risiko karena sudah memiliki keyakinan pada peluang dan rencana yang matang.
Tips agar risiko lebih terkendali:
- Lakukan analisis peluang dan risiko sebelum memutuskan langkah besar.
- Siapkan rencana cadangan jika rencana utama tidak berjalan sesuai harapan.
- Jangan takut gagal, karena kegagalan bisa jadi guru terbaik dalam berbisnis.
9. Gunakan Strategi CSR untuk Memberikan Dampak Sosial
Nurhayati percaya bahwa bisnis bukan hanya untuk mencari keuntungan, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat. Wardah banyak mendukung kegiatan sosial, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan.
Langkah yang bisa #SobatPreneur coba:
- Sisihkan sebagian keuntungan untuk program sosial yang relevan dengan bisnis Anda.
- Program CSR yang baik akan membangun citra positif dan loyalitas pelanggan.
- Fokus pada kegiatan yang berdampak nyata di lingkungan sekitar.
10. Punya Visi Jangka Panjang
Nurhayati tidak hanya memikirkan penjualan hari ini, tetapi juga masa depan perusahaan dan dampaknya bagi bangsa. Visi jangka panjang inilah yang membuat bisnisnya bisa bertahan hingga puluhan tahun.
Langkah untuk membangun visi:
- Tulis tujuan bisnis Anda 5–10 tahun ke depan.
- Pastikan setiap strategi yang diambil mendukung tujuan jangka panjang.
- Jangan tergoda pada keuntungan sesaat yang bisa merusak keberlanjutan bisnis.
Nah #SobatPreneur, kisah Nurhayati Subakat mengajarkan bahwa membangun bisnis besar tidak bisa instan. Dibutuhkan keberanian, kejelian melihat peluang, kualitas yang konsisten, dan tim yang solid.
Wardah adalah bukti bahwa bisnis berbasis nilai yang kuat mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan ketat. ***
Editor: Fitrah Nugraha
Post Comment