Sosoito Swimming School Hadirkan Program SNAP: Terapi Renang Anak Berkebutuhan Khusus

KENDARI, NULISPRENEUR.CO — Sosoito Swimming School menghadirkan Sosoito Neurosensory Aquatic Program (SNAP), sebuah inovasi program renang yang dirancang khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Founder Sosoito Swimming School, Ririn Rianti Ningrum, menjelaskan, metode latihan pada program ini berfokus mendampingi tumbuh kembang anak, memberikan stimulasi, serta mematangkan fungsi sensorik dan motorik.

Ririn mengungkapkan, anak berkebutuhan khusus seperti penyandang Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) maupun Autism Spectrum Disorder (ASD) umumnya memiliki sistem sensorik dan motorik yang belum matang.

WhatsApp-Image-2026-10-08-at-05.01.09-1024x758 Sosoito Swimming School Hadirkan Program SNAP: Terapi Renang Anak Berkebutuhan Khusus

BACA JUGA: Ketua TDA Kendari Berbagi Resep Bagi Gen Z untuk Berbisnis: Peka Peluang dan Solutif

Selain itu, sebagian dari mereka kerap masih memiliki refleks primitif yang tertinggal dan belum berkembang dengan optimal.

Guna mengatasi hambatan tersebut, program SNAP dirancang secara ilmiah berbasis pendekatan neurosensory atau sistem saraf pusat otak.

Melalui metode ini, setiap gerakan latihan yang diberikan di dalam air difokuskan untuk memberikan stimulasi secara langsung ke sistem saraf pusat anak.

“Pada dasarnya, anak berkebutuhan khusus sangat membutuhkan gerak. Saat mereka masuk dan bergerak di kolam air, tidak hanya kaki yang terstimulasi, tetapi sistem saraf pusat otak sedang mengintegrasikan seluruh fungsi sensorik dan motorik di dalam tubuh,” ujar Ririn.

WhatsApp-Image-2026-10-08-at-04.53.02-1024x782 Sosoito Swimming School Hadirkan Program SNAP: Terapi Renang Anak Berkebutuhan Khusus

BACA JUGA: Gelar Workshop Marketing, TDA Kendari Dorong Pertumbuhan Penjualan Pelaku Usaha

Ia menambahkan, peserta program SNAP tidak langsung diajarkan teknik berenang secara konvensional karena kesiapan fisik dan mental mereka yang berbeda.

Tahap awal dan utama yang diajarkan kepada anak justru berfokus pada regulasi emosi serta pemahaman dasar mengenai keselamatan di air (water safety).

Kurikulum SNAP sendiri berpatokan pada piramida pertumbuhan yang menempatkan sistem saraf pusat, sensorik, dan motorik pada fondasi dasar.

Mengingat setiap anak memiliki kebutuhan gerak yang berbeda meski dengan diagnosis yang sama, para instruktur Sosoito Swimming School melakukan observasi secara individual untuk memberikan stimulasi yang tepat sasaran.

Untuk mengenal lebih lanjut program dari Sosoito Swimming School, bisa mengunjungi akun Instagramnya: @sosoitoswimming. ***

Editor: Fitrah Nugraha

Post Comment