Dorong Jiwa Wirausaha, Owner Agrowisata California: Generasi Muda Harus Jeli Melihat Peluang Bisnis

KENDARI, NULISPRENEUR.COM – Owner Agrowisata California, Coach Lamimin, SE, secara khusus menyoroti tantangan besar terkait minimnya lapangan pekerjaan yang tersedia saat ini. Masalah ini menjadi perhatian serius bagi para lulusan baru yang akan segera memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Coach Lamimin, SE mendorong generasi muda untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi berani memulai wirausaha sedini mungkin.

Menurut alumni Universitas Halu Oleo (UHO) ini, kemandirian ekonomi dapat dibangun dengan mengandalkan kompetensi diri dan kepekaan terhadap peluang yang ada.

Pesan tersebut disampaikan oleh Coach Lamimin, SE saat menjadi pemateri dalam kegiatan Stadium General bertajuk “Islamic Framework Business”. Acara yang menginspirasi ini diselenggarakan di Aula FISIP UHO pada Senin, 23 Februari 2026.

WhatsApp-Image-2026-02-24-at-08.33.31-1024x580 Dorong Jiwa Wirausaha, Owner Agrowisata California: Generasi Muda Harus Jeli Melihat Peluang Bisnis

BACA JUGA: Muslim Young Preneur Gelar Seminar Cash Flow: Bedah Strategi Transformasi Bisnis bagi UMKM Kendari

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa indikator paling utama untuk menjadi seorang pengusaha sukses adalah penguasaan keterampilan atau skill. Tanpa kemampuan teknis yang mumpuni, ide bisnis akan sulit untuk diwujudkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Selain aspek keterampilan, La Mimin juga menekankan pentingnya bagi pemuda untuk jeli melihat peluang yang ada di sekitar mereka.

Ia meyakini bahwa peluang bisnis seringkali muncul dari masalah-masalah sederhana yang terjadi di lingkungan sehari-hari. Hal itu ia lakukan saat mulai membangun Agrowisata California.

Dimana, kata dia, Agrowisata California yang kini diminati masyarakat sebagai tempat eduwisata dimulai pada tahun 2019 saat maraknya penyebaran virus COVID-19. Saat itu, banyak masyarakat melakukan aktivitas dan pekerjaan dalam rumah.

Di tengah kondisi tersebut, La Mimin justru melihat peluang. Ketika banyak orang mengalami stres akibat keterbatasan ruang gerak dan tekanan hidup, kebutuhan akan ruang terbuka dan alam menjadi semakin terasa.

“Dari situlah kami menawarkan kavling agrowisata sebagai alternatif hunian dan investasi. Bukan hanya sebidang tanah, tetapi ruang hidup yang menyatu dengan alam dan memberi ketenangan,” ujarnya.

Setiap kavling dilengkapi dengan fasilitas alam, termasuk bonus tanaman seperti pohon pepaya dan tanaman produktif lainnya. Semua itu rawatkan sebagai bagian dari konsep keberlanjutan dan nilai tambah bagi para pemilik kavling.

Alhasil, luas lahan Agrowisata California yang awalnya hanya sekitar 2 hektare, hingga tahun 2026 luas Agrowisata California telah berkembang menjadi sekitar 14,5 hektare dengan berbagai fasilitas yang memadukan keindahan alam terbuka dan konsep edukasi pertanian terpadu. ***

Editor: Fitrah Nugraha

Post Comment