KENDARI, NULISPRENEUR.COM – Menjalankan sebuah bisnis, terutama di sektor kuliner, menuntut strategi dan pendekatan khusus agar mampu bertahan di tengah persaingan ketat dan terus berkembang.
Hal ini ditegaskan oleh Ira Ummu Vadell, Owner dari Vadelicious Cookies & Coffee. Menurutnya, setidaknya ada lima cara utama yang konsisten diterapkan dalam operasional bisnisnya untuk menjaga kualitas dan efisiensi:
Pertama, Briefing Karyawan secara Langsung.
Sebelum memulai proses produksi dan pelayanan kepada pelanggan, seluruh pegawai diwajibkan mengikuti briefing yang dipimpin langsung oleh sang owner.
Agenda briefing mencakup pembahasan rencana produksi, target yang harus dicapai hari itu, serta penekanan pada standar operasional prosedur bagi tim pelayanan (serving).
Kedua, Pembagian Tugas yang Jelas dan Efisien.
Guna memastikan pekerjaan tim berjalan terarah, Vadelicious menerapkan sistem pembagian tugas yang terstruktur. Ira menekankan prinsip gotong royong di mana karyawan yang telah menyelesaikan tugas utamanya wajib membantu rekan lain.
Langkah ini diambil untuk menghindari budaya “saling harap” dan “saling tunggu”, sehingga pergerakan tim menjadi lebih gesit.
Ketiga, Kontrol Kualitas Produk (Quality Control) yang Ketat.
Standar kualitas menjadi prioritas utama. Untuk produk yang akan disetok, tanggal produksi wajib dicatat sebelum disimpan. Sementara itu, produk yang dipajang (display) harus diberi label tanggal untuk menentukan standar masa pajang.
Jika produk display tidak habis dalam jangka waktu yang ditentukan, produk tersebut wajib ditarik. Pengawasan ini dilakukan secara harian oleh Penanggung Jawab (Person In Charge/PIC) yang telah ditunjuk.
Selain pengawasan produk fisik, Ira juga mewajibkan PIC melakukan laporan stok harian, baik melalui aplikasi maupun pencatatan manual. Hal ini bertujuan untuk mengetahui produk apa yang akan habis, sehingga proses produksi dapat dipersiapkan sebelumnya tanpa terjadi kekosongan stok.
BACA JUGA: Hadirkan Playground di Tengah Alam, Agrowisata California Jadi Destinasi Edukasi Keluarga
Keempat, Pelayanan Ramah dan Fast Response kepada Pelanggan.
Unsur keramah-tamahan (hospitality) menjadi kewajiban mutlak bagi tim serving. Mereka dituntut melakukan 3S (Salam, Sapa, Senyum) serta proaktif melakukan cross selling (menawarkan produk pelengkap) kepada pelanggan.
Di ranah digital, tim diwajibkan merespons pesan melalui DM Instagram maupun WhatsApp sesegera mungkin dan memberikan informasi sedetail mungkin.
Kelima, Penerapan Sistem Reward dan Punishment (Penghargaan dan Sanksi).
Untuk menjaga motivasi dan kedisiplinan, Vadelicious menerapkan sistem reward dan punishment. Karyawan yang dinilai cekatan dan memiliki inisiatif tinggi berhak mendapatkan apresiasi, terkadang berupa uang tunai.
Sebaliknya, bagi karyawan yang terlambat atau lalai dalam menjalankan pekerjaan akan dikenakan sanksi berupa denda potong gaji.
Melalui penerapan kelima strategi fundamental ini, Ira Ummu Vadell optimistis Vadelicious Cookies & Coffee yang terletak di Jalan Sao-Sao Kota Kendari dapat terus memberikan yang terbaik bagi pelanggan sekaligus memastikan keberlanjutan bisnisnya. ***
Editor: Fitrah Nugraha
Post Comment