KENDARI, NULISPRENEUR.COM – Bagi kita yang terjun di dunia bisnis, bulan Ramadhan bukan sekadar momen berburu takjil atau silaturahmi, tapi juga “musim panen” yang paling dinanti sepanjang tahun.
Bayangkan saja, pola konsumsi masyarakat saat bulan puasa justru meningkat drastis dibandingkan bulan-bulan biasa. Namun, di tengah euforia belanja ini, kompetisi antar brand juga makin sengit.
Kalau cuma jualan “biasa saja” tanpa strategi, brand kita bakal tenggelam di tengah riuhnya diskon besar-besaran.
Jadi, sudah siapkah #SobatPreneur mengubah strategi agar omzet melesat setinggi hilal? Yuk, kita bedah tuntas strateginya.
1. Memahami Psikologi Konsumen di Bulan Ramadhan
Sebelum jualan, #SobatPreneur harus paham dulu bahwa perilaku belanja orang saat Ramadhan itu unik. Ada pergeseran waktu aktif, di mana orang lebih banyak berselancar di media sosial saat waktu sahur, ngabuburit, dan setelah tarawih.
Selain itu, emosi spiritual yang kuat membuat konsumen lebih tertarik pada konten yang bersifat kekeluargaan, berbagi, dan kebaikan.
- Pemanfaatan Golden Hours: Fokuskan postingan dan iklan pada jam sahur (03.00 – 05.00) dan jam ngabuburit (16.00 – 18.00).
- Sentuhan Emosional: Gunakan narasi yang menyentuh hati, seperti tema pulang kampung atau kehangatan berbuka bersama keluarga.
- Visual Islami yang Estetik: Update tampilan media sosial dengan elemen khas seperti ketupat, lentera, atau warna-warna lembut yang menenangkan.
2. Strategi Bundling “Paket Hemat Berkah”
Siapa sih yang nggak suka kepraktisan? Di bulan Ramadhan, orang cenderung mencari sesuatu yang simpel tapi lengkap, baik itu untuk konsumsi pribadi maupun hadiah (hampers).
Dengan teknik bundling, #SobatPreneur tidak hanya membantu pelanggan menghemat waktu, tapi juga secara efektif meningkatkan nilai rata-rata pesanan (Average Order Value).
- Paket Hampers Lebaran: Gabungkan produk terlaris dengan produk pelengkap dalam kemasan cantik.
- Bundling Sahur & Buka: Jika bergerak di bidang kuliner, buat paket porsi keluarga yang praktis untuk stok di kulkas.
- Buy More Save More: Berikan diskon bertingkat, misalnya beli 3 item lebih murah daripada beli satuan untuk mendorong stok barang.

3. Diskon Kilat (Flash Sale) di Waktu Krusial
Promosi berupa diskon memang klasik, tapi tetap sakti jika dieksekusi dengan timing yang tepat. #SobatPreneur bisa mencoba sistem Flash Sale yang menciptakan efek urgensi (Fear of Missing Out/FOMO).
Karena di bulan Ramadhan orang sering “scrolling” HP sambil menunggu waktu berbuka, ini adalah umpan yang sangat manis untuk menarik klik.
- Flash Sale Ngabuburit: Berikan promo khusus yang hanya berlaku 1-2 jam sebelum azan maghrib.
- Midnight Sale: Karena banyak orang terjaga setelah tarawih, adakan diskon besar di tengah malam untuk mereka yang belum tidur.
- Voucher Khusus Sahur: Kirimkan kode promo melalui WhatsApp atau email tepat saat waktu sahur agar pelanggan langsung checkout.
4. Kampanye “Berbagi Kebaikan” (Cause-Related Marketing)
Bulan Ramadhan adalah bulan sedekah. Konsumen akan merasa lebih bangga dan senang berbelanja jika mereka tahu bahwa sebagian dari uang yang mereka keluarkan digunakan untuk tujuan mulia.
Strategi ini sangat ampuh untuk membangun citra positif brand #SobatPreneur di mata pelanggan dalam jangka panjang.
- Donasi per Transaksi: Janjikan bahwa setiap pembelian produk tertentu, Rp2.000 akan didonasikan ke panti asuhan atau kaum duafa.
- Program Takjil Gratis: Sisihkan sebagian keuntungan untuk membagikan takjil di jalanan atas nama brand dan pelanggan Anda.
- Kolaborasi Tokoh Agama/Inspirator: Ajak pemuka agama atau influencer positif untuk mengampanyekan gerakan kebaikan bersama produk Anda.
5. Optimalisasi Konten Video Pendek (Reels & TikTok)
Zaman sekarang, jualan lewat foto saja kurang “nendang”. #SobatPreneur wajib masuk ke ranah video pendek untuk mendemonstrasikan produk. Konten video yang bersifat edukatif atau hiburan ringan bertema Ramadhan jauh lebih mudah viral dan menjangkau audiens baru secara organik.
- Konten Tips & Trik: Misalnya “Tips Tetap Segar Saat Puasa” atau “Ide Outfit Bukber Simple” yang menyelipkan produk Anda di dalamnya.
- Behind the Scene: Tunjukkan kesibukan tim menyiapkan pesanan lebaran untuk membangun kepercayaan pelanggan.
- User Generated Content (UGC): Buat tantangan (challenge) berhadiah bagi pelanggan yang mengunggah video saat menggunakan produk Anda.
6. Maksimalkan Layanan Pelanggan & Pengiriman
Bayangkan kekecewaan pelanggan jika baju lebaran yang mereka pesan baru sampai setelah hari raya. Di bulan Ramadhan, kecepatan dan keramahan adalah kunci.
#SobatPreneur harus memastikan kapasitas produksi dan logistik siap menghadapi lonjakan pesanan agar tidak terjadi komplain yang merusak reputasi.
- Tim Admin Ekstra: Pastikan chat pelanggan dibalas dengan cepat, terutama di jam-jam sibuk belanja.
- Batas Akhir Pengiriman (Deadline): Informasikan secara transparan kapan batas terakhir pemesanan agar paket sampai sebelum hari H Lebaran.
- Kartu Ucapan Personalisasi: Selipkan kartu ucapan selamat Idul Fitri di setiap paket untuk memberikan kesan spesial bagi pembeli.
Nah #SobatPreneur, menjalankan bisnis di bulan Ramadhan memang butuh tenaga ekstra, tapi hasilnya sebanding dengan perjuangannya. Kuncinya adalah kreativitas dalam menyusun promo dan ketulusan dalam melayani pelanggan.
Jangan hanya fokus pada angka, tapi fokuslah pada bagaimana produk #SobatPreneur bisa memberikan manfaat atau solusi bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah. ***
Editor: Fitrah Nugraha
Post Comment