Mengenal Sosok Maryni Manga: Bidan, Doula, dan Penulis yang Memeluk Isu Perempuan

KENDARI, NULISPRENEUR.COM — Bagi sebagian orang, profesi bidan mungkin hanya seputar ruang bersalin dan pemeriksaan kehamilan. Namun, bagi Maryni Manga, bidan adalah tentang sebuah perjalanan utuh untuk memanusiakan dan memberdayakan perempuan.

Lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, perempuan yang kini menyandang gelar sebagai Dosen Kebidanan Stikes Maranatha Kupang, penulis, sekaligus Doula bersertifikat DONA International ini, telah mendedikasikan hidupnya untuk kesehatan ibu dan anak dari pelosok nusantara hingga panggung riset global.

“Merawat diri bukan sekadar kecantikan, tetapi juga kesehatan, kreativitas, dan keberdayaan,” ujar Maryni Manga yang juga menjadi motto hidupnya.

WhatsApp-Image-2026-07-02-at-14.44.35-1024x575 Mengenal Sosok Maryni Manga: Bidan, Doula, dan Penulis yang Memeluk Isu Perempuan

BACA JUGA: Isi Libur Sekolah, Rumah Belajar Khadisha Mala dan Sahabat Tumbuh Sukses Gelar Kids Kemah Kreatif

Dari Pelosok Nusantara hingga Jurnal Internasional

Jejak pengabdian Maryni tidak diukir di atas jalan yang mulus. Antara tahun 2018 hingga 2023, ia memilih bergabung dalam program Bidan Nusantara Sehat.

Langkah kakinya menjangkau wilayah-wilayah terpencil yang minim akses, mulai dari belantara Matausu di Bombana, Sulawesi Tenggara, hingga menyisir wilayah paling selatan Indonesia di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur.

Pengalaman bertaruh di garis depan pelayanan kesehatan ini menempa ketahanan mental dan ketajaman klinisnya, yang kemudian ia bawa ke tingkat pelayanan modern di RS Bali Jimbaran pada tahun 2025.

Namun, Maryni tahu bahwa untuk mengubah dunia kesehatan ibu secara masif, praktik lapangan saja tidak cukup. Harus ada sains yang berbicara.

Pada tahun 2026 ini, dedikasi ilmiahnya berbuah manis. Risetnya yang berjudul “Partner-Delivered Massage and Cortisol Levels in Housewives with Toddlers: A Preliminary Observational Study” berhasil menembus jurnal internasional terindeks Scopus (Universal Journal of Public Health Horizon Publishing).

Jurnalnya kali ini dapat menjadi sebuah pembuktian bahwa bidan daerah pun mampu bersuara di panggung akademis dunia.

WhatsApp-Image-2026-07-02-at-14.57.38-1024x758 Mengenal Sosok Maryni Manga: Bidan, Doula, dan Penulis yang Memeluk Isu Perempuan

BACA JUGA: Founder Nulispreneur Dorong Generasi Muda di Kendari Melek Literasi untuk Menjadi Pribadi Lebih Baik

Pena yang Menyembuhkan dan Suara yang Menguatkan

Selain lewat stetoskop dan riset, Maryni menyentuh dunia lewat literasi. Ia adalah penulis yang produktif, membelah dirinya dengan indah ke dalam dua dunia: fiksi dan nonfiksi.

  • Sisi Kreatif (Fiksi): Pada tahun 2017, ia telah merilis buku kumpulan fiksi mini berjudul SINTAS, sebuah wadah untuk memperluas literasi dan menyuarakan ketangguhan perempuan.
  • Sisi Akademis (Nonfiksi): Ia terus melahirkan buku referensi penting bagi mahasiswanya, seperti Asuhan Kebidanan Pra Konsepsi (2025), Pelayanan Keluarga Berencana (2025), hingga yang terbaru Manajemen Stres dan Kesehatan Reproduksi (2026).

Keberanian Maryni menyuarakan hak perempuan juga menggaung dalam gerakan sosial. Pada akhir tahun 2025, ia menjadi narasumber dalam Podcast Bali Sruti untuk kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Di sana, ia dengan lantang mendobrak stigma kesehatan reproduksi, melawan norma patriarki, dan menolak keras praktik berbahaya seperti sunat perempuan. Bagi Maryni, otonomi atas tubuh adalah hak mutlak setiap wanita.

Ruang Aman Bernama “Kelas Rawat Diri”

Setelah memperdalam ilmu pendampingan persalinan lewat Pelatihan Doula Advanced – Eat Pray Doula di Ubud, Bali, pada Mei 2026 lalu, Maryni membawa pulang sebuah misi baru yang lebih membumi: kesehatan mental perempuan.

Sejak Maret 2026, ia mendirikan Kelas Rawat Diri, sebuah ruang aman yang rutin digelar setiap akhir pekan di dua kota sekaligus, Bali dan Kendari.

Di kelas ini, para perempuan diajak untuk sejenak melepaskan penat, merawat tubuh dan jiwa, serta mengekspresikan kreativitas.

Uniknya, setiap peserta selalu bisa membawa pulang bunga segar dengan harga terjangkau sebagai simbol mekarnya kebahagiaan mereka.

WhatsApp-Image-2026-07-02-at-14.57.37-1024x630 Mengenal Sosok Maryni Manga: Bidan, Doula, dan Penulis yang Memeluk Isu Perempuan

BACA JUGA: LKP Luzins Academy Indonesia Sukses Gelar Workshop Public Speaking Batch 5 di Kendari

Mengajak Perempuan di Kendari dan Bali Menghias Kue dan Memeluk Diri

Sebagai bentuk nyata dari misinya, Maryni kini tengah bersiap menyapa hangat para perempuan di tanah kelahirannya melalui agenda terdekat:

  • Nama Acara: Workshop Decor Flower Cake & Bazar Bunga Murah
  • Waktu: Minggu, 5 Juli 2026
  • Lokasi pertama di Kendai: Lantai 2, The Harvest Kendari
  • Lokasi kedua di Bali: Nine Miles Jimbaran

Dengan biaya yang sangat terjangkau, setiap peserta akan difasilitasi alat dan bahan lengkap, membawa pulang flower cake hasil karya sendiri, mendapatkan buket fresh flower senilai Rp50.000, dokumentasi estetik, dan yang terpenting: kesempatan menemukan support system baru.

Melalui kelas ini, Maryni ingin membuktikan bahwa healing terbaik bagi seorang perempuan adalah ketika ia mampu mencintai dirinya sendiri, berkarya tanpa batas, dan saling menguatkan dengan sesama perempuan lainnya.

Bagi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dan berminat mengikuti Workshop Decor Flower Cake & Bazar Bunga Murah, bisa langsung menghubungi nomor kontak admin: 0851-5903-3962.

Dari Matausu hingga meja redaksi Scopus, dan kini di sela-sela aroma kue dan bunga segar di Kendari, Maryni Manga adalah manifesto hidup dari moto yang selalu ia gaungkan: bahwa menjadi perempuan berdaya adalah tentang merawat kesehatan, mengasah kreativitas, dan menjaga jiwa agar tetap sintas. ***

Editor: Fitrah Nugraha

Post Comment